Kitab Jawahirul Kalamiyah - Mujtahid

Soal : Apakah yg dimaksud dengan Mujtahid, dan siapakah Mujtahid yg boleh diikuti pendapatnya ?


Mujtahid


Jawab: Mujtahid adalah seseorang yg sangat memahami kaidah2 syariat dan dalil2nya dan biasa memikirkan dengan mendalam keduanya sehingga menghasilkan pemahaman yg kuat tentang apa yg dimaksud oleh pembuat syariat (Allah).

Adapun Ulama Mujtahid itu ada banyak sekali. Dan Mujtahid yg pendapatnya layak untuk diikuti serta boleh diambil kesimpulan pendapat nya ada empat. Mereka adalah : Abu Hanifah, Nu'man Bin Tsabit (Imam Hanafi), Malik Bin Anas (Imam Malik), Muhammad Bin Idris As Syaafi'i (Imam Syafi'i) serta Ahmad Bin Hanbal (Imam Hanbali) Semoga Allah meridloi mereka semua.

Sesungguhnya alasan para Ulama memilih untuk mengikuti mereka bukan selain keempatnya - meski telah mencapai derajat mujtahid adalah karena banyaknya kesimpulan hukum yg telah mereka ambil dalam masalah2 agama karena mereka telah mencurahkan tenaganya untuk memikirkan masalah2 tersebut, sehingga jarang ada permasalahan yg tidak disebutkan hukumnya. Selain itu juga karena pendapat madzhab mereka telah sampai kepada kita secara sambung menyambung (mutawattir), maka hendaknya kita mengikuti pendapat salah satu dari empat mujtahid tersebut, kecuali untuk kondisi darurat, jika tidak demikian maka kita bisa jatuh dalam talfiq (mencampur adukkan hukum dari beberapa madzhab dalam satu masalah), dan akhirnya hal itu tidak sesuai dengan satupun pendapat empat Ulama diatas.

Soal : Mengapa para Ulama Mujtahid berbeda pendapat dalam beberapa masalah?

Jawab : Sesungguhnya para Ulama Mujtahid di atas tidak berbeda pendapat dalam masalah ushuluddiin (masalah pokok2 agama/keyakinan) dan tidak pula dalam pokok cabang2 (furu') masalah agama sama sekali karena ketetapan dalil atas masalah2 tersebut telah jelas. Mereka hanya berbeda dalam sebagian masalah furu' (cabang) karena tiadanya nash (dalil) yg jelas dan pasti tentang masalah itu, karena sesungguhnya masalah juziyyah tidak mudah bersepakat atasnya dan perbedaan di dalamnya adalah sebuah kemudahan. Maka masing-masing Ulama Mujtahid mencurahkan seluruh kemampuannya yg luas untuk mengeluarkan hukum atas masalah tersebut sesuai dengan Kitab dan Sunnah sesuai apa yg nampak. Barang siapa benar atas kesimpulan hukumnya, maka dia mendapat dua pahala, dan barang siapa salah kesimpulan hukumnya maka dia mendapat satu pahala karena usaha kerasnya mencari kebenaran sesuai usahanya. Perbedaan diantara para Ulama mujtahid adalah rahmat bagi ummat, karena perbedaan itu hanya dalam masalah cabang (far'iyyah), sedangkan perbedaan dalam hal itu menjadi kemudahan bagi manusia serta hilangnya kesulitan dan bahaya atas mereka.

Apabila mereka sedang dalam kondisi terpaksa (sulit) maka mereka boleh melakukan mana yg lebih mudah dan jika dalam keadaan lapang maka dia bisa melakukan yg lebih hati2 atau lebih layak dan jelas.

0 Response to "Kitab Jawahirul Kalamiyah - Mujtahid"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel