Kitab Jawahirul Kalamiyah - Perbuatan

Soal : Berilah sebuah contoh yg dapat memudahkan hati untuk memahami bahwasanya seorang hamba tidaklah dipaksa atas perbuatannya ?

Jawab : Setiap manusia  memungkinkan untuk mengetahui bahwa ia tidak dipaksa atas segala perbuatannya. Sebagai contoh dia bisa membedakan saat tangannya menulis dan saat gemetar. Karena
gerakan tangan saat menulis, sesungguhnya gerakan itu disandarkan kepada dirinya dengan mengatakan “aku menulis dengan usaha dan keinginanku”. Adapun gerakan tangan saat gemetar maka hal itu tidak bisa disandarkan pada dirinya (terjadi di luar kehendaknya) dan dia tidak mengatakan : “aku menggerakkan tanganku”, namun dia mengatakan: “sesungguhnya hal itu (gerakan tanganku saat gemetar) terjadi di luar keinginanku”.

Soal : Pelajaran apa yg dapat dipetik dari contoh di atas ?

Jawab : Dapat diambil pelajaran dari contoh tersebut bahwasanya setiap
manusia dapat memahami dengan pendekatan sederhana, bahwa
perbuatannya dibagi menjadi dua
Pertama, perbuatan yang terjadi dengan usaha dan kehendaknya.
Seperti makan makan, minum, memukul seseorang dan lain
sebagainya. Kedua, perbuatan yg terjadi di luar usahanya seperti jatuh dan lain sebagainya.

Soal : Hal apakah yg mengiringi perbuatan seorang hamba jika perbuatan tersebut termasuk Ikhtiary (terjadi karena usaha manusia) ?

Jawab : Perbuatan seorang hamba yg bersifat ikhtiary apabila berupa
perbuatan baik maka akan mendapat pahala, dan apabila berupa perbuatan buruk maka akan mendapat dosa (siksa). Adapun jika
perbuatan itu bersifat Idltirory (tanpa usaha) maka tidak akan dituntut
apapun atas terjadinya perbuatan itu.

Soal : Jika seseorang memukul saudaranya dengan dzalim dan karena permusuhan, atau melakukan perbuatan buruk dan dosa serta semacamnya, lantas ia berdalih bahwa perbuatan itu terjadi karena sudah ditakdirkan, Apakah dapat diterima alasan tersebut ?
semacamnya, lantas ia berdalih bahwa perbuatan itu terjadi karena
sudah ditakdirkan, Apakah dapat diterima alasan tersebut ?

Jawab : Sesungguhnya alasan hamba tersebut tidak dapat diterima, baik di sisi Allah Subhaanahu Wata'ala mupun di sisi manusia. Karena terdapat kehendak terbatas (iradah juziyyah) pada diri hamba itu, ia pun diberi kemampuan, usaha dan juga akal fikiran.

Perbuatan

0 Response to "Kitab Jawahirul Kalamiyah - Perbuatan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel