Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 40

Keutamaan Sabar Saat Tertimpa Musibah


Sabar itu pada awal musibah. (HR. Bazzar dan Abu Yala dari Abu Hurairah).

Andaikan sabar itu lelaki tentu dia adalah lelaki yang mulia. (HR.  Abu Nuaim dari Aisyah).

Jika Allah SWT mencintai seorang hamba maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar maka Allah memilihnya dan jika dia ridha maka Allah menjadikannya pilihan.

Tidaklah seorang hamba menelan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah SWT selain menahan kemarahan karena mengharapkan ridha Allah SWT. (HR. Ahmad, Tabrani dari Umar)

Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah SWT di bumi, barang siapa menjaganya maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka.

Allah SWT mewahyukan kepada Musa bin Imran: "Hai Musa, barang siapa tidak ridha dengan takdir-KU, tidak bersabar atas cobaan-KU, tidak bersyukur atas nikmat-KU maka keluarlah dari antara bumi dan langit-KU dan carilah Tuhan selain-KU".

Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuh ratus derajat.

Sabar sesaat itu lebih baik dari dunia seisinya.

Sabar itu ada empat : sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah dicintai dan sabar dalam kefakiran adalah dicintai Allah SWT.

Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik maka pada hari kiamat Allah SWT malu untuk memasang timbangan dan membentangkan catatannya.

0 Response to "Terjemah Kitab Lubabul Hadits Bab 40"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel