Terjemah Kitab Nashoihul Ibad, Maqolah 23-26

Maqolah 23, Kema'rifatan seseorang 

Maqolah 23-26


Dikatakan bahwa gerakan badan melakukan keta’atan kepada Allah adalah petunjuk tentang kema’rifatan seseorang sebagaimana gerakan anggota badan menunjukkan / sebagai dalil adanya kehidupan di dalamnya,


Artinya, bahwa ekspresi ketaatan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah maka yang demikian itu adalah petunjuk / dalil kema’rifatannya kepada Allah.


Apabila banyak amal ta’at maka menunjukkan bahwa banyak pula ma’rifatnya kepada Allah dan apabila sedikit ta’at, maka menunjukkan pula sedikit ma’rifat, karena sesungguhnya apa yang lahir merupakan cermin dari apa yang ada di dalam bathin.


Maqolah 24, Hubbud Dunia 


Nabi SAW bersabda, Sumber segala perbuatan dosa adalah cinta dunia, dan yang dimaksud dari dunia adalah sesuatu yang lebih dari sekedar kebutuhan. Dan sumber segala fitnah adalah mencegah / tidak mau mengeluarkan sepersepuluh dan tidak mau mengeluarkan zakat.


Maqolah 25, Kekurangan Ta'at


Mengaku merasa kekurangan dalam melakukan ta’at adalah selamanya terpuji dan mengakui akan kekurangan /kelemahan dalam melakukan ta’at adalah tanda-tanda diterimanya amal tersebut, karena dengan demikian menunjukkan tidak adanya ujub dan takabur di dalamnya.


Maqolah 26, Kuffur Nikmat 


Kufur ni’mah adalah tercela, maksudnya adalah dengan tidak adanya syukur ni’mat menunjukkan rendahnya nafsu. Dan berteman dengan orang bodoh yaitu orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya padahal ia mengetahui akan keburukan sesuatu tersebut (adalah keburukan), yaitu tidak membawa berkah .


Oleh karena itu janganlah berteman dengannya disebabkan karena buruknya akhlak / keadaan tingkah lakunya karena sesungguhnya tabi’at itu dapat menular.

0 Response to "Terjemah Kitab Nashoihul Ibad, Maqolah 23-26"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel