Terjemah Kitab Lubabul Hadist - Bab 37 sd 38

Keutamaan Mengingat Kubur dan Ihwalnya dan Keutamaan mengingat Kematian 

kubur

LUBABUL HADITS BAB 38
Keutamaan Mengingat Kubur 

Kubur adalah taman dari taman-tamannya surga atau lubang dari lubangnya neraka.


Orang mukmin di dalam kuburnya itu berada dalam taman yang hijau, diluaskan kuburnya tujuhpuluh hasta dan bersinar bagaikan bulan purnama.


Seandainya anak adam tahu bagaimana siksa kubur, tentu tidak bermanfaatlah kehidupan dunia, maka mintalah perlindungan kepada Allah Yang Maha Mulia dari azabnya kubur yang sangat buruk.


Tidak seorangpun lewat di kuburan seorang laki-laki yang di kenalnya di dunia kemudian memberi salam terkecuali orang mati tersebut mengenalnya dan menjawab salamnya. (HR. Khatib dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah).


Tidaklah seorang muslim lewat kuburan muslim terkecuali ahli kubur berkata, "Hari pelupa seandainya kamu tahu apa yang kami tahu niscaya dagingmu hancur diatas jasadmu dan darahmu diatas badanmu.


Ketika seorang mukmin diletakkan dan didudukan di kuburnya dan berkata para keluarganya, kerabatnya, kekasihnya dan anak-anaknya "Aduhai tuanku, aduhai yang mulia, aduhai pimpinanku, maka malaikat berkata: "Dengarlah apa yang mereka katakan, kamu dulunya tuan,  yang mulia dan pemimpin". Orang mati berkata: "Andaikan mereka tidak ada". Maka dia dihimpit sekali himpitan yang membuat tulang-tulang iganya berhimpitan.


Allah berfirman: "Wahai Isa banyak wajah yang bersinar, badan yang sehat dan lisan yang faseh besok berada diantara tingkatan neraka menjerit.


Kubur itu tempat pertama dari tempat-tempat akherat dan tempat terakhir dari tempat-tempat dunia.


Kubur itu tempat yang harus disinggahi. 


Jika kalian sudah meninggal maka diperlihatkan tempat kalian di waktu pagi dan sore. Jika ahli surga maka termasuk ahli surga dan jika ahli neraka maka termasuk ahli neraka. Dikatakan kepadanya: "Inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu ke tempat itu di hari kiamat" (HR. Bukhari Muslim dan Tirmizi serta Ibnu Majah dari Ibnu Umar).


LUBABUL HADITS BAB 37

Keutamaan Mengingat Kematian


Kematian itu jembatan yang menyambungkan seorang kekasih kepada kekasihnya. 

Kematian itu ada empat: kematian ulama, kematian orang kaya, kematian orang miskin dan kematian penguasa. Kematian ulama menimbulkan kekacauan dalam agama, kematian orang kaya menimbulkan penyesalan, kematian orang miskin menimbulkan ketenangan dan kematian penguasa menimbulkan fitnah.

Sesungguhnya para wali Allah itu tidak meninggal, mereka hanya berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya.

Sebaik-baik kematian adalah kenyamanan bagi orang mukmin

Kematian ulama adalah kegelapan dalam agama

Jika anak adam mati maka terputuslah amalnya terkecuali tiga hal : sedekah jariyah atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak sholeh yang mendoakannya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai dari Abu Hurairah )

Ingatlah penghancur kenikmatan, para sahabat bertanya, "Nabi, apakah penghancur kenikmatan itu?' Nabi menjawab: "Mati, mati, mati".

Jadikanlah dirimu di dunia seakan-akan seorang pengembara (orang asing) atau orang yang lewat dan anggaplah dirimu dari penghuni kubur. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Ketika seorang alim meninggal maka menangislah ahli langit dan bumi selama tujuh puluh hari. 

Barangsiapa tidak sedih atas meninggalnya orang alim maka dia adalah orang munafik, munafik, munafik, Nabi mengatakannya tiga kali. 

Ketika seseorang meninggal berkatalah para malaikat tentang apa yang telah dilakukannya dan berkatalah manusia tentang apa yang ditinggalkannya. (HR. Baihaqi dari Abu Hurairah)

0 Response to "Terjemah Kitab Lubabul Hadist - Bab 37 sd 38"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel