Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Maqolah 27-28

Maqolah 28

Maqolah 27-28

Dari Aby Bakr Asy-Syibly Rahimahullahu Ta’ala, Beliau tinggal di Baghdad, berkawan dengan Syaikh Abul Qasim Junaidy Al-Baghdady bahkan menjadi murid beliau, dan beliau hidup hingga usia 87 tahun, wafat pada tahun 334 H dan dimakamkan di Baghdad. Dimana beliau termasuk pembesar para sufi dan para ‘arif billah. Beliau berkata di dalam munajatnya :


Wahai Tuhanku…Sesungguhnya aku senang Untuk mempersembahkan kepadaMu semua kebaikanku, Sementara aku sangat faqir dan lemah. Oleh karena itu wahai Tuhanku, Bagaimana Engkau tidak senang Untuk memberi ampunan kepadaku atas segala kesalahanku Sementara Engkau Maha Kaya, Karena sesungguhnya keburukanku tidak akan membahayakanMu Dan kebaikanku tidaklah memberi manfaat bagiMu.

Dan sesungguhnya sebagian orang yang mulia telah memberikan ijazah agar dibaca setelah melaksanakan shalat Jum’at 7 kali dari bait syair sebagai berikut:


* Ilaahy lastu lil firdausi ahla Walaa aqway ‘ala naaril jahiimi Fahably zallaty waghfir dzunuuby Fa innaka ghaafirul dzanbil ‘adziimi Wa ‘aamilny mu’aamalatal kariimi Watsabbitny ‘alan nahjil qawwimi.*


Hikayat : Sesungguhnya Syaikh Abu Bakr As-Syibly datang kepada Ibnu Mujaahid. Maka segeralah Ibnu Mujaahid mendekati As-Syibly dan mencium tempat diantara kedua mata beliau.

Maka ditanyakanlah kepada Ibnu Mujaahid akan perbuatannya yang demikian, dan beliau berkata:


“Sesungguhnya aku melihat Rasulullah SAW di dalam tidur dan sungguh beliau SAW telah mencium Syaikh Abu Bakr As-Syibly. Ketika itu berdirilah Nabi SAW di depan as-Syibly dan beliau mencium antara kedua mata As-Syibly. Maka aku bertanya, ‘Yaa RasuluLlah, apakah benar engkau berbuat yang demikian terhadap As-Syibly ?’.

RasuluLlah SAW menjawab, "benar, sesungguhnya dia tidak sekali-kali mengerjakan shalat fardhu melainkan setelah itu membaca:


Laqad jaa a kum Rasuulum min anfusikum ‘aziizun ‘alaiHi maa ‘anittum chariisun ‘alaikum bil mukminiinarra’uufurrahiim faintawallau faqul hasbiyaLlaahu laaIlaaha Illa Huwa ‘alaiHi tawakkaltu waHuwa Rabbul ‘Arsyil ‘adziim….


Setelah itu dia /As-Syibly mengucapkan salam ShallaLlaahu ‘alaika Yaa Muhammad”. Kemudian aku tanyakan kepada As-Syibli mengenai apa yang dibacanya setelah shalat fardhu, maka beliau menjawab seperti bacaan tadi….


Maqolah 27

Disebutkan dalam syair….
Wahai yang disibukkan oleh dunia sungguh panjangnya angan-angan telah menenggelamkan mereka. Bukankah mereka selalu dalam keadaan lupa – kepada Allah Hingga dekatlah ajal bagi mereka.

Sesungguhnya kematian datangnya mendadak dan kubur adalah tempat penyimpanan amal. Addailamy meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW yang bersabda, “Meninggalkan kenikmatan dunia lebih pahit dari pada sabar, dan lebih berat daripada memukulkan pedang di jalan Allah.

Dan tiada sekali-kali orang mau meninggalkan kenikmatan dunia melainkan Allah akan memberi sesuatu seperti yang diberikan kepada para Syuhada’. Dan meninggalkan kenikmatan dunia adalah dengan menyedikitkan makan dan kekenyangan, dan membenci pujian manusia karena sesungguhnya orang yang suka di puji oleh manusia adalah termasuk mencintai dunia dan kenikmatannya. Dan barang siapa menginginkan kenikmatan yang sesungguhnya maka hendaklah ia meninggalkan kenikmatan dunia dan pujian dari manusia”.

Dan Ibnu Majah telah meriwayatkan sesungguhnya RasuluLlah SAW bersabda, “Barang siapa yang niatnya adalah untuk akhirat, niscaya Allah akan mengumpulkan kekuatan baginya dan Allah membuat hatinya menjadi kaya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barang siapa yang niatnya dunia maka Allah akan mencerai beraikan segala urusannya, dan Allah menjadikan kefakiran di depan kedua belah matanya dan tiadalah dunia akan mendatanginya kecuali apa yang telah tertulis untuknya”.


0 Response to "Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Maqolah 27-28"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel