Terjemah Kitab Lubabul Hadist Bab 34-35

LUBABUL HADITS BAB 35

Keutamaan Mengurangi Tertawa


Banyak tertawa mematikan hati
Tertawa di dalam masjid adalah kegelapan di dalam kubur (HR. Dailimi dari anas).

Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka benar-benar telah lupa satu bab dari ilmu.

Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka dia sungguh memuntahkan akalnya sekali muntahan.

Barangsiapa banyak tertawa di dunia maka banyak menangis di akherat.

Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka Al-Jabbar (Allah SWT) melaknatinya dan barangsiapa banyak tertawa maka berhak masuk neraka.

Barangsiapa banyak tertawa maka banyaklah kesalahannya.

Barangsiapa banyak tertawa maka manusia meremehkannya.

Barangsiapa berkata sehingga perkataannya tersebut membuat temannya tertawa maka Allah SWT menyiksanya di neraka.

Tertawanya para nabi itu tersenyum dan tertawanya syetan itu terbahak-bahak.

LUBABUL HADITS BAB 34

Keutamaan Mengurangi Makan, Minum dan Istirahat


Tiga hal yang bisa menjadikan hati keras adalah suka tidur, suka istirahat (nganggur) dan suka makan.

Barang siapa kenyang di dunia maka lapar di hari kiamat dan barangsiapa lapar di dunia maka kenyang di hari kiamat.

Barang siapa makan diatas kenyang maka dia benar-benar telah makan haram.

Pimpinan amal itu lapar.

Lapar adalah inti ibadah.

Hidupkanlah hati kalian dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang dan sucikanlah dengan lapar maka hati kalian akan menjadi jernih dan lembut.

Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang paling banyak lapar dan tafakurnya.

Barang siapa banyak makannya maka banyak azabnya.

Tidak ada kesehatan bersama banyaknya tidur, tidak ada kesehatan bersama banyaknya makan dan tidak ada kesembuhan dengan perkara haram.

Subhat itu mencegah rizki.

LUBABUL HADITS BAB 33

Keutamaan Diam


Keselamatan ada sepuluh bagian, sembilan bagian dalam diam dan yang kesepuluh dalam menyingkir dari manusia. (HR. Dailimi dari Ibnu Abbas).

Setiap sesuatu ada najisnya dan najisnya lisan adalah berkata buruk.

Barang siapa diam maka selamat.

Diamnya orang alim adalah jelek dan bicaranya adalah hiasan. Perkataan orang bodoh adalah jelek dan diamnya orang bodoh adalah hiasan.

Pokoknya iman itu diam kecuali dzikir kepada Allah SWT.

Diam itu hiasan bagi orang alim dan tabir bagi orang bodoh. (HR. Abu Syaikh dari Mihraz bin Zuhair Al Aslami).

Banyak kalimat yang menghilangkan kenikmatan dan banyak kalimat yang menarik kenikmatan.

Barang siapa menjaga lisannya maka tidak ada seseorang yang berhak menghinakannya.

Hikmah itu ada sepuluh, yang sembilan dalam uzlah (menyingkir dari keramaian) dan satunya dalam diam. (HR. Ibnu Adiy dan Lal dari Abu Hurairah).

Diam itu hikmah dan sedikit yang melakukannya. (HR. Qudhai dari Anas bin Malik dan Ad Dailimi dari Umar.



0 Response to "Terjemah Kitab Lubabul Hadist Bab 34-35"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel